Showing posts with label S- Sick. Show all posts
Showing posts with label S- Sick. Show all posts
Friday, February 13, 2009
13 Februari 2009
Karena Divya belum juga sembuh, akhirnya aku konsultasi ke Papah (kebetulan dokter juga hehehe). Karena sudah lebih dari 3 hari setelah diberi obat oleh dokternya Divya dan tidak tampak perubahan maka diputuskan untuk diberikan Amoxsan (antibiotik, dosisnya : 3 x 0,5ml-pake pipet-)
Sunday, February 8, 2009
8 Februari 2009
Demamnya sudah turun ... Alhamdulillah.
Tapi pilek dan batuknya masih ada. Divya masih sering rewel karena tidak bisa mengeluarkan dahak dan tidak bisa menyusu dengan lancar.
Obatnya masih terus diminum sesuai anjuran dokter.
Tapi pilek dan batuknya masih ada. Divya masih sering rewel karena tidak bisa mengeluarkan dahak dan tidak bisa menyusu dengan lancar.
Obatnya masih terus diminum sesuai anjuran dokter.
Friday, February 6, 2009
6 Februari 2009
Kondisi Divya masih batuk & pilek. Dia suka kesel karena hidung mampet dan batuk yang bikin dia tidak bisa lancar menyusu. Tidur pun harus setengah duduk ( aku sangga pakai bantal ) agar dia tidak mampet & bisa bernafas.
Temperatur badan 37,7 derajat celcius waktu aku cek di siang hari. Tapi pas malam harinya temperatur naik menjadi 37,9 derajat celcius!!!
Aku pasang bye-bye fever di dahinya untuk menurunkan demamnya. Sudah disedot ingus dari hidungnya tapi dahaknya kami tidak bisa membantu apa2..
Ah kasiannya si Cantik ini..
Temperatur badan 37,7 derajat celcius waktu aku cek di siang hari. Tapi pas malam harinya temperatur naik menjadi 37,9 derajat celcius!!!
Aku pasang bye-bye fever di dahinya untuk menurunkan demamnya. Sudah disedot ingus dari hidungnya tapi dahaknya kami tidak bisa membantu apa2..
Ah kasiannya si Cantik ini..
Thursday, February 5, 2009
5 Februari 2009
Karena batuknya Divya makin menjadi, hari ini harus diperiksakan ke dokternya, Dr. Bambang S., SpA di Klinik Anakku. Apalagi minum ASI-nya jadi jarang. Bagiku ini mengkhawatirkan.
Setelah diperiksa, Divya terkena flu. Batuk & Pilek. Padahal dirumah tidak ada yang sedang flu. Menurut dokter, bisa terjadi karena cuaca yang memang sedang tidak bersahabat.
Divya diberi obat pengencer dahak : Mucopets (dosis 2 x 5tetes) dan obat pilek & batuk : ALCO (dosis 2 x 0,2ml - pake pipet)
Badannya masih demam tinggi sekitar 37 derajat celcius.
Setelah diperiksa, Divya terkena flu. Batuk & Pilek. Padahal dirumah tidak ada yang sedang flu. Menurut dokter, bisa terjadi karena cuaca yang memang sedang tidak bersahabat.
Divya diberi obat pengencer dahak : Mucopets (dosis 2 x 5tetes) dan obat pilek & batuk : ALCO (dosis 2 x 0,2ml - pake pipet)
Badannya masih demam tinggi sekitar 37 derajat celcius.
Wednesday, February 4, 2009
4 Februari 2009
Divya batuk2.... 
Wadoh.. apakah ini karena alerginya itu??? Malamnya batuknya makin sering ...
Kenapa ya??
Wadoh.. apakah ini karena alerginya itu??? Malamnya batuknya makin sering ...
Kenapa ya??
Wednesday, December 17, 2008
Slyme, Dahak & Ingus .. pergi jauh2 sana!!
Semalaman Divya keganggu tidurnya oleh Slyme, Dahak dan Ingus. Dari Dokter Bambang S. SpA hanya dikasih salep (berfungsi spt balsam) Transpulmin untuk menghangatkan dada, leher & punggung. Waktu awal-awal penggunaan, memang slyme tsb dikeluarkan lewat pup alias BAB.
Tapi sekarang ini, slyme tsb sudah tidak bisa dikeluarkan. Jadinya Divya sering kesel karena lagi nyenyak tidur tapi keganggu banget ama slyme ini.
Kami sudah coba menyedotnya dengan pipet, sayangnya gak berhasil karena karet pipetnya sudah kendur..
Kasihannya Divya.. sabar ya Nak, akan dicarikan penyedot ingus yang lebih afdol..
Tapi sekarang ini, slyme tsb sudah tidak bisa dikeluarkan. Jadinya Divya sering kesel karena lagi nyenyak tidur tapi keganggu banget ama slyme ini.
Kami sudah coba menyedotnya dengan pipet, sayangnya gak berhasil karena karet pipetnya sudah kendur..
Kasihannya Divya.. sabar ya Nak, akan dicarikan penyedot ingus yang lebih afdol..
Wednesday, December 3, 2008
Pilek
Pulang ke rumah, sudah aku duga pasti suamiku kecapekan. Karena kangen, setelah mandi dia cepat-cepat menggendong Divya dan menciuminya. Sayang banget suamiku gak bilang sebelumnya kalo dia sudah mulai pilek.
Sekitar jam 4 pagi, aku terheran-heran karena Divya rewel lagi karena mampet. Lho kok dia ada ingus/dahak lagi ya? Padahal sejak aku menjalani pantangan makanan, Divya sudah bisa bernafas lega. Di pagi buta itu aku berpikir apa saja yang telah aku makan, jangan-jangan aku teledor dan makan makanan yang dipantang yang membuat Divya alergi.
Tiba-tiba suami dengan setengah mengantuk mengakui kalau dia yang sudah pilek (tapi gak ngaku) mencium Divya karena kangen.
Yahh... ketahuan deh penyebabnya. Mau kesel atau marah juga percuma, toh sudah ketularan pilek juga toh??!
Thursday, November 20, 2008
Divya, Dahak & Pantangan
Sudah 2 hari Divya tidak bisa tidur semalaman baru bisa tidur menjelang pagi
. Nangisnya pun berbeda dari biasanya. Kelihatan sekali dia sudah ngantuk tapi ada yang buat dia tidak nyaman yaitu hidung mampet dan tenggorokan berdahak.
Wadoh.. kalau sudah besar sih bisa buang dahak sendiri, lah ini bayi 3 minggu, gimana caranya?

Setelah kami tunggu 2 hari dan tidak ada perubahan, maka aku dan suami putuskan untuk membawa Divya ke Dokter Anak.
Aku dan suamiku mencari referensi dari kawan-kawan yang sudah punya pengalaman dengan Dokter Anak. Akhirnya kita putuskan untuk berobat ke Klinik Anakku Cinere. Pada hari itu, kebetulan Dokter Spesialis Pulmonologi yang sedang praktek. Wah .. pas banget kan? Divya yang nafasnya 'berat' dia pun terganggu dengan dahak yang ada.
Aku baru memperhatikan jika tentang Divya, suamiku langsung salting & senewen deh. Sewaktu tiba di Klinik Anakku, suamiku mulai terlihat salting & senewennya, karena waktu dirumah dia yang bilang kalau dia yang akan mendaftarkan dan aku yang pegang Divya. Ok..it's a Deal!
Tapi kenyataannya, suamiku jadi salting dan grogi. Diam seribu bahasa. Akhirnya aku juga yang mendaftarkan Divya hahahaha...
Sebelum diperiksa, Divya ditimbang dan diukur tinggi badan. Wah, ternyata naik 1kg! Sekarang beratnya sudah 3995 gram dengan panjang 49,5 cm. Kami lalu diberitahukan dapat nomor urut 7.
Tak lama menunggu, kami pun dipanggil masuk ke ruangan Dokter. Dokter Spesialis Pulmonologi Anak ini amat ramah sehingga kami (terutama suamiku yang lagi senewen) tidak sungkan.
Lalu, kami sebutkan hal mengganggu Divya :
1. Nafasnya berat dan berdahak(berdasarkan pengamatan kami)
2. Hidung mampet karena upilnya cukup besar tapi kami tidak bisa ambil
3. Matanya belekan
4. Pusarnya setelah puput, pernah berdarah, berbahayakah?
Jawaban Pak Dokter Pulmonologi:
1. Nafas berat dan berdahak itu adalah reaksi alergi. Karena aku menyusui ASI sejak Divya lahir maka aku yang harus berpantang makanan yang bisa memicu alergi yaitu : coklat, kacang tanah, MSG, tomat. Dahak yang ada akan keluar lewat gumoh atau lewat BAB.
2. Upil itu karena udara disekelilingnya kotor. Jadi harus lebih sering lagi dibersihkan untuk ruangan/kamar dan saringan udara dimana Divya sering berada.
3. Mata belekan pada bayi 3 minggu cukup dipijat-pijat perlahan sekitar mata
4. Sedangkan tentang pusar yang sudah puput pernah berdarah, itu tidak apa-apa. Diteruskan ditutup kain kassa dan diberi alkohol 70%
Setelah itu, Pak Dokter memberikan salep balsam untuk menghangatkan tubuh Divya (sebenarnya diberikan juga resep obat batuk tapi kalau menunjukkan gejala batuk yang hebat, jika tidak ya tidak perlu)
Selain itu Pak Dokter juga menjelaskan tanda-tanda normal pada bayi yang baru lahir. Aku dan suamiku baru tahu tentang hal ini karena sewaktu dirumah sakit dan waktu kontrol pertama dengan Dokter Anak dirumah sakit tsb tidak diberitahu apa-apa. Berhubung kami baru pertama kali mempunyai anak, informasi seperti itu amat berguna bagi kami sehingga tidak khawatir berlebihan.
Leganya hati kami setelah keluar dari ruang prakter Pak Dokter.
Cepat sehat ya Nak!
Wadoh.. kalau sudah besar sih bisa buang dahak sendiri, lah ini bayi 3 minggu, gimana caranya?
Setelah kami tunggu 2 hari dan tidak ada perubahan, maka aku dan suami putuskan untuk membawa Divya ke Dokter Anak.
Aku dan suamiku mencari referensi dari kawan-kawan yang sudah punya pengalaman dengan Dokter Anak. Akhirnya kita putuskan untuk berobat ke Klinik Anakku Cinere. Pada hari itu, kebetulan Dokter Spesialis Pulmonologi yang sedang praktek. Wah .. pas banget kan? Divya yang nafasnya 'berat' dia pun terganggu dengan dahak yang ada.
Aku baru memperhatikan jika tentang Divya, suamiku langsung salting & senewen deh. Sewaktu tiba di Klinik Anakku, suamiku mulai terlihat salting & senewennya, karena waktu dirumah dia yang bilang kalau dia yang akan mendaftarkan dan aku yang pegang Divya. Ok..it's a Deal!
Tapi kenyataannya, suamiku jadi salting dan grogi. Diam seribu bahasa. Akhirnya aku juga yang mendaftarkan Divya hahahaha...
Sebelum diperiksa, Divya ditimbang dan diukur tinggi badan. Wah, ternyata naik 1kg! Sekarang beratnya sudah 3995 gram dengan panjang 49,5 cm. Kami lalu diberitahukan dapat nomor urut 7.
Tak lama menunggu, kami pun dipanggil masuk ke ruangan Dokter. Dokter Spesialis Pulmonologi Anak ini amat ramah sehingga kami (terutama suamiku yang lagi senewen) tidak sungkan.
Lalu, kami sebutkan hal mengganggu Divya :
1. Nafasnya berat dan berdahak(berdasarkan pengamatan kami)
2. Hidung mampet karena upilnya cukup besar tapi kami tidak bisa ambil
3. Matanya belekan
4. Pusarnya setelah puput, pernah berdarah, berbahayakah?
Jawaban Pak Dokter Pulmonologi:
1. Nafas berat dan berdahak itu adalah reaksi alergi. Karena aku menyusui ASI sejak Divya lahir maka aku yang harus berpantang makanan yang bisa memicu alergi yaitu : coklat, kacang tanah, MSG, tomat. Dahak yang ada akan keluar lewat gumoh atau lewat BAB.
2. Upil itu karena udara disekelilingnya kotor. Jadi harus lebih sering lagi dibersihkan untuk ruangan/kamar dan saringan udara dimana Divya sering berada.
3. Mata belekan pada bayi 3 minggu cukup dipijat-pijat perlahan sekitar mata
4. Sedangkan tentang pusar yang sudah puput pernah berdarah, itu tidak apa-apa. Diteruskan ditutup kain kassa dan diberi alkohol 70%
Setelah itu, Pak Dokter memberikan salep balsam untuk menghangatkan tubuh Divya (sebenarnya diberikan juga resep obat batuk tapi kalau menunjukkan gejala batuk yang hebat, jika tidak ya tidak perlu)
Selain itu Pak Dokter juga menjelaskan tanda-tanda normal pada bayi yang baru lahir. Aku dan suamiku baru tahu tentang hal ini karena sewaktu dirumah sakit dan waktu kontrol pertama dengan Dokter Anak dirumah sakit tsb tidak diberitahu apa-apa. Berhubung kami baru pertama kali mempunyai anak, informasi seperti itu amat berguna bagi kami sehingga tidak khawatir berlebihan.
Leganya hati kami setelah keluar dari ruang prakter Pak Dokter.
Cepat sehat ya Nak!
Subscribe to:
Posts (Atom)