- Masih belekan
- Masih ada slyme/ingus di Hidung & Tenggorokan
- Sering kentut (bunyinya seperti pup tapi ternyata enggak)
- Makin berat aja deh (bisa jadi naik lagi berat badannya)
- Lebih komunikatif, sudah bisa diajak 'ngobrol'
- Kata-kata yang keluar selain "eeh" & "ooh" : "aah"
Monday, December 15, 2008
15 Desember 2008
Perkembangan kondisi Divya :
Mata kanan sudah tidak belekan
15 Desember 2008
Mata kanan Divya sudah tidak belekan ijo lagi.. horeee
Tapi .. yang kiri masih juga belekan ijo.. hmmm..
Yang penting salah satu sudah 'sembuh'
Tinggal mata kirinya dan slyme/dahak+ingus yang masih juga ngegangguin Divya
Mata kanan Divya sudah tidak belekan ijo lagi.. horeee
Tapi .. yang kiri masih juga belekan ijo.. hmmm..
Yang penting salah satu sudah 'sembuh'
Tinggal mata kirinya dan slyme/dahak+ingus yang masih juga ngegangguin Divya
Wednesday, December 10, 2008
[review] Celana Lampin
Semakin Divya tambah berat badan dan semakin pintar, perlak kecil tersebut sering kali pindah tempat, jadilah basah semua bahkan sampai baju dan bedongnya.
Memang praktis jika memakaikan diapers atau lebih dikenal pampers (hihihi ini kan nama merek) tapi tekor juga kalau memakaikannya setiap saat. Pampers hanya dipakaikan kalau malam atau kalau akan pergi ke luar rumah.
Setelah mencari-cari, aku menemukan "celana lampin" itu sebutannya. Celana yang luarnya terbuat dari bahan dan dalamnya berlapis plastik dengan lapisan ditengah yang bisa dicuci ulang.
Aku membelinya di Tasya - toko perlengkapan bayi dan anak, harga satuannya Rp. 15,000,-itu sudah terdiri dari 1 celana lampin dan 1 lapisan tengahnya. Berhubung cuman ada 2 buah, maka aku beli dua-duanya. Menurut penjaga toko, itu adalah barang baru.
Aku cukup kaget dengan harganya karena yang aku lihat di internet (untuk 2 buah celana lampin) harganya bervariasi dari Rp. 45,000,- s/d Rp. 50,000,-
Ah senangnya bisa dapat harga lebih murah hehehe..
Cara aku memakaikannya 'agak' berbeda, Divya tetap memakai popok dan kain pelapis baru kemudian aku pakaikan celana plastiknya sedangkan lapisan yang bisa dicuci ulang tidak aku pakai. Bagiku fungsi celana ini sebagai pengganti lembaran perlak kecil.
Monday, December 8, 2008
Usia 1 bulan +
Divya sudah makin lihai untuk melihat seseorang. Dia sudah bisa memandangi dan mengikuti kemana orang itu bergerak.
Sudah bisa memiringkan badan.
Sesekali mengucapkan atau mengeluarkan kata-kata "eeh" & "hhmm". Tentu saja yang nyaring terdengar adalah tangisannya.
Sudah imunisasi : Hepatitis B1 (beberapa jam setelah lahir), Hepatitis B2.
Aku masih terus menjalani pantangan makanan yang bisa memicu alergi-nya Divya. Karena masih ada ingus (karena ketularan Ayahnya yang pilek) masih dikasih salep Transpulmin di dada, leher dan punggung sebanyak 3 kali dalam sehari.
Saturday, December 6, 2008
Imunisasi HB2 & status Divya 6 Desember
Sudah saatnya Divya untuk mendapatkan imunisasi dasar selanjutnya.
Imunisasi yang harus diberikan kepada Divya adalah Hepatitis B2, Polio dan BCG. Sebelum di imunisasi harus diperiksa dahulu kondisi kesehatannya. Jika dinyatakan sehat, maka dapat diberikan imunisasi tersebut.
Seperti biasa, sebelum diperiksa ditimbang dan diukur terlebih dahulu. Tanggal 6 Des 2008 statusnya Divya :
Berat : 4890 gr
Panjang : 53 cm
Awalnya aku bertanya-tanya apakah Divya cukup sehat untuk di imunisasi karena dia sempat tertular pilek dari Ayahnya. Setelah diperiksa ternyata Divya cukup sehat dan diberikan imunisasi Hepatitis B2 oleh Dokter Bambang. Imunisasi dasar lainnya (Polio dan BCG)akan diberikan pada akhir Desember 2008. Sewaktu disuntik, Divya menjerit sekuat tenaga (seperti biasa hehehe)
Imunisasi ini tidak membuat badan bayi menjadi demam, begitu kata Pak Dokter. Hanya waktu diberi imunisasi campak yang akan mengakibatkan demam.
Benar apa kata Pak Dokter (ya iyalaaahh secara dia ahlinya! hehehe
), Divya tidak demam hanya saja semalaman dia malah gak tidur-tidur. Divya nangis karena ingin ditemani, sedangkan aku dan suamiku sudah ngantuk banget... hahahahaha...
Imunisasi yang harus diberikan kepada Divya adalah Hepatitis B2, Polio dan BCG. Sebelum di imunisasi harus diperiksa dahulu kondisi kesehatannya. Jika dinyatakan sehat, maka dapat diberikan imunisasi tersebut.
Seperti biasa, sebelum diperiksa ditimbang dan diukur terlebih dahulu. Tanggal 6 Des 2008 statusnya Divya :
Berat : 4890 gr
Panjang : 53 cm
Awalnya aku bertanya-tanya apakah Divya cukup sehat untuk di imunisasi karena dia sempat tertular pilek dari Ayahnya. Setelah diperiksa ternyata Divya cukup sehat dan diberikan imunisasi Hepatitis B2 oleh Dokter Bambang. Imunisasi dasar lainnya (Polio dan BCG)akan diberikan pada akhir Desember 2008. Sewaktu disuntik, Divya menjerit sekuat tenaga (seperti biasa hehehe)
Imunisasi ini tidak membuat badan bayi menjadi demam, begitu kata Pak Dokter. Hanya waktu diberi imunisasi campak yang akan mengakibatkan demam.
Benar apa kata Pak Dokter (ya iyalaaahh secara dia ahlinya! hehehe
Wednesday, December 3, 2008
Pilek
Pulang ke rumah, sudah aku duga pasti suamiku kecapekan. Karena kangen, setelah mandi dia cepat-cepat menggendong Divya dan menciuminya. Sayang banget suamiku gak bilang sebelumnya kalo dia sudah mulai pilek.
Sekitar jam 4 pagi, aku terheran-heran karena Divya rewel lagi karena mampet. Lho kok dia ada ingus/dahak lagi ya? Padahal sejak aku menjalani pantangan makanan, Divya sudah bisa bernafas lega. Di pagi buta itu aku berpikir apa saja yang telah aku makan, jangan-jangan aku teledor dan makan makanan yang dipantang yang membuat Divya alergi.
Tiba-tiba suami dengan setengah mengantuk mengakui kalau dia yang sudah pilek (tapi gak ngaku) mencium Divya karena kangen.
Yahh... ketahuan deh penyebabnya. Mau kesel atau marah juga percuma, toh sudah ketularan pilek juga toh??!
Subscribe to:
Posts (Atom)