
Tuesday, June 30, 2009
Friday, June 12, 2009
duduk, merangkak, dll
12 Juni 2009
Siang ini Divya sudah bisa duduk sendiri tanpa dibantu. Tentu saja dengan 'penjagaan' bantal+guling yang banyak di sekelilingnya. Tiba-tiba Divya membalikkan badannya, tengkurap lalu ke posisi mengangkat pantat dan kakinya kemudian ..Pluk.. Divya duduk!

Horeeeeeeeeeeeeeeee....
Bukan hanya itu, Divya mulai belajar untuk rambatan. Dengan menyangga seluruh tubuhnya di dinding lalu berusaha untuk berdiri..
Wah wah wah...
Kalau urusan merangkak, Divya sudah bisa cepat bangeet.
Ah senangnya
Siang ini Divya sudah bisa duduk sendiri tanpa dibantu. Tentu saja dengan 'penjagaan' bantal+guling yang banyak di sekelilingnya. Tiba-tiba Divya membalikkan badannya, tengkurap lalu ke posisi mengangkat pantat dan kakinya kemudian ..Pluk.. Divya duduk!

Horeeeeeeeeeeeeeeee....
Bukan hanya itu, Divya mulai belajar untuk rambatan. Dengan menyangga seluruh tubuhnya di dinding lalu berusaha untuk berdiri..
Wah wah wah...
Kalau urusan merangkak, Divya sudah bisa cepat bangeet.
Ah senangnya
Wednesday, June 3, 2009
Gigi kedua dan tambah pinter
Sebelum berangkat ke Cirebon, sudah muncul gigi pertama. Gigi kedua sudah mulai terlihat dan sekarang gigi kedua sudah muncul...

Sekarang gigi Divya sudah ada Dua! Dua gigi seri bawah didepan hihihi.. Lucu sekali.
Tapi, kalau lagi menyusui aku yang sering berteriak kesakitan karena Divya suka menggigit
Divya suka lupa kalau sudah merasa giginya gatal. Yah, namanya juga resiko.
Selain itu kepintaran lainnya,
Tapi, ada juga yang belum ada progresnya

Sekarang gigi Divya sudah ada Dua! Dua gigi seri bawah didepan hihihi.. Lucu sekali.
Tapi, kalau lagi menyusui aku yang sering berteriak kesakitan karena Divya suka menggigit

Selain itu kepintaran lainnya,
- Sudah bisa dalam posisi merangkak dan bergerak maju.. Horee akhirnya maju juga! Karena kalau Divya tidur tengkurap, dia bukannya bergerak maju malah bergerak mundur.. weleh weleh...
- Sedang senang mengeluarkan geraman. Iya, benar, Divya baru bisa mengeluarkan suara seperti menggeram. Ini adalah suara selain teriakannya yang melengking dahsyat itu.
- Divya sudah lebih berekspresi, dia memonyongkan mulutnya hingga lancip seperti mulut bebek dan mulai mengeluarkan bahasa bayinya. Ah, si Cantik sudah ingin ikutan ngobrol dengan ibun ya Nak?
- Oiya, selain itu, jika ingin bergerak mengambil benda yang diinginkan, Divya menggelindingkan badannya ke arah benda tersebut. Aku harus selalu siaga dengan barikade bantal dan guling yang menumpuk. Wah, kalau gini, berarti Divya sudah harus dimasukkan dalam boks supaya dia gak celaka.
Tapi, ada juga yang belum ada progresnya
- Makannya masih susaaaaaaaaaaah banget. Setelah diamati, ternyata Divya itu malas untuk mengunyah. Di Cirebon, Mamahku mencobakan beberapa rasa ke Divya tapi hasilnya ya itu tadi Divya mengunci mulutnya rapat-rapat. Kalaupun berhasil masuk, dia akan berusaha mengeluarkan makanan di mulutnya dengan mencoba memuntahkannya. *hiks* sedih.
- Badannya tidak sekencang sewaktu sebelum ke Cirebon. Kata orang tuaku, karena di Cirebon, Divya amat sangat lincah tidak aneh jika dia akan sedikit mengurus. Toh, napsu menyusu ASI masih sangat besar.
Subscribe to:
Posts (Atom)